Kenali 5 Jenis Kanker Langka, Sarkoma hingga Kanker Otak
Mengenal lima kelompok kanker langka, dari kanker darah dan limfoma hingga kanker otak, serta mengapa penanganannya membutuhkan keahlian khusus.
Aisyah Nursyamsi, Tribunnews
13 October 2026
4 min read

Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti karena sifatnya yang agresif dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat. Kanker langka sendiri bukanlah satu jenis penyakit, melainkan beberapa kelompok kanker dengan karakteristik berbeda, sehingga masing-masing dapat membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang berbeda pula. Mengenal jenis-jenisnya membantu menjelaskan mengapa diagnosis dan pemilihan terapi kanker langka terkadang memerlukan keahlian khusus.
Senior Consultant Medical Oncologist OncoCare, dr. Kevin Tay, menyebut kanker langka termasuk jenis kanker yang paling menantang untuk didiagnosis dan ditangani.
1. Kanker Darah dan Limfoma
Kanker darah memengaruhi proses pembentukan sel darah, termasuk sel darah putih, dan dapat mengganggu fungsi normal sel darah. Limfoma berawal dari sistem limfatik, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Keduanya memiliki banyak subtipe, sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis dan merencanakan pengobatan.
2. Sarkoma
Sarkoma tumbuh pada jaringan penunjang tubuh, seperti tulang, otot, lemak, jaringan ikat, dan jaringan lunak lainnya. Kanker ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, dan penentuan subtipenya membutuhkan pemeriksaan jaringan tumor oleh tenaga medis yang berkompeten. Tinjauan sistematis dalam jurnal Pathology tahun 2026 mencatat bahwa dari lima studi yang ditinjau, terdapat perbedaan berarti antara diagnosis awal dan pendapat kedua dari dokter ahli pada lebih dari 20 persen kasus sarkoma yang diperiksa. Meski demikian, temuan ini tidak berarti seluruh pasien sarkoma menghadapi risiko yang sama dan tidak dapat digeneralisasi di luar studi yang dianalisis.
3. Kanker Kulit Langka
Kanker kulit terjadi ketika sel-sel kulit tumbuh secara tidak terkendali. Kanker kulit terdiri dari beberapa jenis, dan sebagian di antaranya tergolong langka. Setiap jenis dapat memiliki karakteristik dan pendekatan pengobatan yang berbeda, sehingga perubahan kulit yang mencurigakan sebaiknya diperiksakan ke dokter. Namun, tidak setiap benjolan atau perubahan pada kulit merupakan kanker, dan diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan medis.
4. Tumor Neuroendokrin
Tumor neuroendokrin (NET) berasal dari sel neuroendokrin, yaitu sel yang memiliki sifat seperti sel saraf sekaligus menghasilkan hormon. Karena sel-sel ini tersebar di seluruh tubuh, NET dapat tumbuh di berbagai lokasi dan berperilaku berbeda pada setiap pasien. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui karakteristik tumor dan menentukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.
5. Kanker Otak
Kanker otak adalah kanker yang berkembang di dalam otak. Tumor otak berbeda-beda berdasarkan sel asal, lokasi, dan karakteristiknya. Gejalanya bergantung pada lokasi dan ukuran tumor, tetapi gejala saja tidak cukup untuk memastikan kanker otak karena banyak kondisi lain yang dapat menimbulkan gejala serupa. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab gejala dan menegakkan diagnosis.
“Pasien kerap merasa cemas dan sendiri saat menghadapi kondisi medis yang jarang ditemui banyak orang.” — dr. Kevin Tay, Senior Consultant Medical Oncologist, OncoCare
Menurut dr. Kevin, kolaborasi antardokter dengan keahlian berbeda dapat membantu proses diagnosis dan perencanaan pengobatan pasien kanker langka.
Kebutuhan akan penanganan spesialis inilah yang menjadi salah satu latar belakang diluncurkannya Rare Cancer Centre di Tamarind Health, Singapura, pada 30 September 2026, bertepatan dengan Hari Kanker Langka. Pusat layanan ini menghimpun sembilan dokter spesialis yang berpengalaman menangani berbagai kanker langka dan kompleks, termasuk kanker darah dan limfoma, sarkoma, kanker kulit langka, tumor neuroendokrin, serta kanker otak. Memahami diagnosis, menanyakan pilihan pengobatan, dan mendiskusikan perlunya pendapat kedua dapat membantu pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisinya.
Artikel ini pertama kali terbit di Tribunnews pada 13 October 2026. [Baca artikel asli]


