Pentingnya Pendapat Kedua di Kasus Kanker Langka, Pakar Soroti Risiko Diagnosis

Pakar menyoroti pentingnya diagnosis yang akurat dan peran pendapat kedua dalam menentukan pengobatan kanker langka.

Willem Jonata, Tribunnews

9 October 2026

3 min read

Diagnosis kanker langka membutuhkan kehati-hatian ekstra serta pemahaman mendalam, mengingat beragamnya jenis dan subtipe kanker yang tergolong jarang. Para ahli menyebut pemilihan terapi yang tepat bergantung pada diagnosis yang akurat, dan dalam beberapa kasus memerlukan penilaian dari spesialis atau pendapat kedua.

Pada kondisi tertentu, pasien dapat mencari pendapat kedua atau penjelasan lebih lanjut mengenai diagnosis dan pilihan pengobatannya. Pendapat kedua tidak berarti diagnosis pertama keliru, melainkan kesempatan bagi pasien untuk memahami kondisinya sebelum mengambil keputusan.

Tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Pathology pada Februari 2026 menyoroti pentingnya penilaian spesialis. Dari lima studi yang ditinjau, ditemukan perbedaan signifikan antara diagnosis awal dan pendapat kedua dari spesialis pada lebih dari 20 persen kasus sarkoma yang diperiksa. Sarkoma merupakan kelompok kanker yang dapat tumbuh di tulang, otot, lemak, dan jaringan ikat. Dalam studi tersebut, perbedaan diagnosis berdampak pada pengobatan maupun prognosis pasien.

Meski demikian, temuan ini berasal dari populasi studi internasional tertentu, sehingga tidak dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kesalahan diagnosis pada seluruh pasien kanker maupun pasien di Indonesia.

Kanker langka bukanlah satu jenis penyakit. Kelompok ini mencakup sarkoma, kanker kulit yang tidak umum, tumor neuroendokrin, kanker otak, serta kanker darah dan limfoma. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, sehingga dokter perlu menentukan jenis dan subtipe tumor secara tepat.

“Dengan menyatukan para spesialis kanker langka, kami dapat memanfaatkan pengalaman kolektif serta jejaring multidisiplin yang luas untuk membantu menegakkan diagnosis dan merumuskan pendekatan terapi yang tepat. Dengan begitu, pasien menyadari bahwa mereka tidak berjuang sendirian.” — dr. Kevin Tay, Senior Consultant Medical Oncologist, OncoCare

Pasien juga dianjurkan memahami alasan di balik diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang diberikan dokter.

Sebelum memutuskan pengobatan, pasien dapat menanyakan jenis kanker yang ditemukan, pemeriksaan apa saja yang mendukung diagnosis, tujuan pengobatan, serta pilihan lain yang mungkin tersedia. Pasien juga disarankan mengumpulkan rekam medis secara lengkap dan mendiskusikan manfaat serta risiko pengobatan bersama dokter sebelum mengambil keputusan.

Artikel ini pertama kali terbit di Tribunnews pada 9 October 2026. [Baca artikel asli]


Share Post:

Let’s be partners and collaborate together

Tell us about your hospital, clinic, school, business or even you, and we’ll find the way forward with you.

Get In Touch

3arek@inexmed.id

EightyEight@Kasablanka Tower A, 12th Floor (Unit A & H), Jakarta

© 2026 PT. Tiga Arek Bangsa (i.neXmed)

Let’s be partners and collaborate together

Tell us about your hospital, clinic, school, business or even you, and we’ll find the way forward with you.

Get In Touch

3arek@inexmed.id

EightyEight@Kasablanka Tower A, 12th Floor (Unit A & H), Jakarta

© 2026 PT. Tiga Arek Bangsa (i.neXmed)