Sulit Didiagnosis dan Ditangani, Onkolog Soroti Kompleksnya Penanganan Kanker Langka
Onkolog menyoroti sulitnya diagnosis kanker langka dan pentingnya penanganan berbasis pengalaman spesialis.
Khadijah Nur Azizah, detikHealth
10 October 2026
3 min read

Foto: Getty Images/Devonyu
Penanganan kanker langka masih menjadi salah satu tantangan paling kompleks dalam dunia medis global. Sebuah studi di Amerika Serikat memperkirakan sekitar 20 persen, atau satu dari lima diagnosis kanker, termasuk kategori kanker langka. Kelompok ini mencakup keganasan hematologi seperti limfoma, sarkoma, tumor neuroendokrin, kanker kulit yang tidak umum, hingga tumor otak.
Meski secara keseluruhan jumlah pasiennya cukup besar, setiap jenis kanker langka tergolong jarang ditemui. Kondisi ini sering menyebabkan diagnosis terlambat, protokol pengobatan yang belum pasti, serta akses terbatas ke dokter spesialis yang tepat.
Studi sistematis dalam jurnal Pathology yang terbit pada Februari 2026 menemukan bahwa pendapat kedua dari dokter ahli menghasilkan perubahan signifikan terhadap diagnosis awal pada lebih dari 20 persen kasus sarkoma yang ditinjau. Perubahan tersebut berkaitan dengan subtipe tumor, yang memengaruhi ketepatan pengobatan dan keselamatan pasien.
“Kanker langka termasuk jenis kanker yang paling menantang untuk didiagnosis dan ditangani. Pasien kerap merasa cemas dan sendiri saat menghadapi kondisi medis yang jarang ditemui banyak orang.” — dr. Kevin Tay, Senior Consultant Medical Oncologist, OncoCare
Menurut dr. Kevin Tay, setiap jenis kanker dapat membutuhkan pendekatan diagnosis dan terapi yang berbeda, sehingga pemahaman terhadap penyakit dan penilaian oleh dokter berpengalaman dapat menjadi kunci dalam menentukan langkah selanjutnya.
Pasien dapat mempertimbangkan pendapat kedua, terutama ketika diagnosis belum jelas atau pilihan pengobatan perlu dievaluasi lebih lanjut. Keputusan ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien dan rekomendasi dokter yang merawat.
Artikel ini pertama kali terbit di detikHealth pada 10 October 2026. [Baca artikel asli]


